Kamu kapan???

“Kamu kapan?…..”  Pertanyaan yang selalu terdengar tatkala ada berita tentang teman-teman yang satu persatu mulai meninggalkan masa lajangnya. Pertanyaan itu tidak hanya ditujukan oleh teman-teman kepada saya, tetapi terkadang secara spontan saya mengajukan pertanyaan itu kepada teman-teman saya, entah pertanyaan itu diajukan dengan serius, atau dengan diiringi canda.

Jodoh merupakan salah satu dari tiga misteri kehidupan. Orang-orang tua kita selalu mengatakan bahwa jodoh, rejeki dan mati itu hanya Alloh yang tahu. Kalau sudah begini, pertanyaan “kamu kapan akan menikah?” bisa disamakan dengan “kamu kapan akan mati?”

Hanya saja perbedaannya, orang berbahagia tatkala merencanakan pernikahan, sedangkan untuk urusan kematian, orang kadang enggan walaupun sekedar memikirkan, apalagi merencanakan. Padahal, saya pernah dengar dari seorang yang berilmu bahwa kematian juga harus direncanakan. Apakah itu artinya, kita harus menentukan target waktu kapan kita akan mati?

Merencanakan kematian disini adalah dengan menentukan suatu cita-cita kita ingin mati dalam keadaan seperti apa. Ada dua pilihan sebenarnya, mati dalam keadaan akhir yang baik atau khusnul khotimah atau mati dalam keadaan buruk. Normally, setiap orang, bahkan orang yang jahat sekalipun dalam hati kecilnya pasti ingin mati dalam keadaan baik. Oleh karena itu, orang yang ingin memperoleh akhir yang baik dalam hidupnya, harus selalu berusaha setiap detik hidupnya berada dalam kebaikan. Sehingga tatkala saat itu tiba, dia berada dalam kebaikan.

Kok tulisannya jadi serius begini. Padahal hanya ingin mengucapkan Barokallah untuk Aris yang akan melangsungkan akad nikahnya jum’at malam besok.

Leave a Reply