Stop Makan Sebelum Kenyang
Wednesday, December 28th, 2005eramuslim - Berabad-abad lalu, Rasullulah SAW pernah
bersabda, berhentilah makan sebelum kenyang. Ternyata, dari hasil
sebuah riset terbaru menemukan bukti, bahwa dengan porsi makan lebih
rendah, harapan hidup bisa meningkat dua perlima.
Semua orang
pasti ingin hidup lebih panjang, dan berbagai upaya dicari untuk menuju
ke sana. Salah satunya dari sikap makan. Tubuh kita merupakan
otobiagrafi dari apa yang kita makan. Rakus dan banyak makan menyimpan
banyak penyakit. Di samping itu, banyak makan berarti membiarkan lebih
banyak racun masuk ke dalam tubuh.
Pasalnya, dari dulu hingga
sekarang banyak bahan makanan berbahaya ditemukan dalam menu harian
kita. Bahkan, menu modern sekalipun tak luput dari hal tersebut.
Baru-baru ini, misalnya, racun dioxin ternyata terdapat pada semua menu
berlemak. Padahal, WHO, mengatakan bahwa dioxin merupakan pencetus
kanker selain merusak sistem saraf, hati dan hormon reproduksi.
Hal
baru lainnya, bahwa potato chip (keripik kentang) dan kentang goreng,
dua jenis makanan itu ternyata positif mengandung racun acrylamide yang
tergolong zat pencetus kanker. Zat acrylamide yang merupakan bahan
pembuat plastik dan pewarna timbul akibat suhu tinggi saat menggoreng
kentang. Kentang sendiri mengandung asparagine, jika dipanaskan maka
akan berubah menjadi acrylamide.
Racun juga masuk ke dalam bumbu
penyedap seperti saus tomat, sambal botol, kecap, tahu dan panganan
industri rumahan yang terdeteksi kedapatan zat Rhodamine-B, zat untuk
mewarnai tekstil. Bahan pengawet mayat,formalin, pun sudah dipakai
untuk menambah segar mie, tahu, ikan laut dan sebagainya. Bahkan, ikan
asin juga tak luput dari olesan zat nitrosamin, zat pencetus kanker.
Kembali
soal makan dengan porsi lebih sedikit. Stewart Frankel, periset dari
Universitas Yale menyimpulkan dari hasil penelitiannya terhadap
berbagai kapang, cacing, serangga dan mamalia, bahwa dengan porsi makan
lebih sedikit akan mengoptimalkan umur (life-span) 33-50 persen
ketimbang yang rakus makan. Diduga hal yang sama juga bisa terjadi pada
manusia.
Ada dua gen kunci yang menentukan umur bisa direntangkan
lebih optimal yakni Rpd3 (histone deacetylase) dan Sir2. Kadar Rpd3
yang rendah dan Sir2 yang tinggi menentukan bisa lebih optimalnya umur
seseorang direntangkan. Oleh karena itu, makan banyak berarti
meninggikan Rpd3 yang bikin umur tidak bisa lebih panjang. Maka agar
umur merentangkan lebih panjang, kadar Rpd3 harus diturunkan dengan
mengurangi makan.
Orang bisa tidak perlu mengurangi makan jika
berhasil menurunkan kadar enzim Rpd3. Untuk itu sedang diteliti terus
hadirnya obat yang bisa menekan enzim Rpd3 dalam badan. Kini, sedng
diteliti kemungkinan ‘phenylbutyrate’ menekan enzim Rpd3 sehingga orang
masih mungkin mengoptimalkan panjang umurnya sambil tetap bisa makan
banyak.
Namun, selama obat belum ada, dan agar umur kita bisa
direntangkan secara optimal, pilihannya cuma satu, stop makan sebelum
kenyang, tidak lapar mata, atau punya hobi doyan ditraktir, dan
kepingin makan terus kendati tidak sedang lapar.
sumber: eramuslim