Archive for January, 2006

Posting nu kahiji

Monday, January 30th, 2006

Ieu posting abdi nu kahiji?  Posting nu ka hiji? Enya posting nu kahiji nu make bahasa sunda. Bahasa sunda? Naon atuh istimewana bahasa sunda?

Kieu caritana mah. Tadi kakara ngobrol dina chat room jeung babaturan. Tos ngobrol ngalor ngidul, ternyata eta babaturan teh sarua jeung abdi.. pernah merantau ka sumatra. Malahan mah lahir di sumatra cuenah. Disebutnamah " PujaKesuma", Putra Jawa Kelahiran Sumatra. Terus weh eta budak teh nantang ka abdi titah ngomong bahasa Sumatra. Weleh-weleh.. puguhanan poho deui. Da mesing pernah cicing di sumatra oge angeran we da ari di imah sehari-hari mah susundaan.

Nah, akhir-akhir ieu, abdi ngiringan milisna urang tasik.  Na ngarana oge milis urang tasik nya pasti postinganana lolobana bahasa sunda. Kadang mah sok lalieur nepi ka asa senut-senut sirah lamun keur maca postingan. Nya kunaon?

Sabab namah abdi kakara diajar bahasa sunda deui. Masing bisa bahasa sunda ge da tetep kosakatana terbatas. Matak lamun maca nu aneh-aneh teh sok lier sorangan. Komo lamun bahasana lemes mah. Tapi da kumaha, ek ngaku teu ngarti, bisi diseungseurikeun. Jadi diajar sorangan we. Dikira-kira. Ieu hartina naon. Disesuaikeun jeung konteks kalimatna.

Lamun ceuk babaturan abi mah, mun ngadengekeun abi keur ngomog sunda teh lucu ceunah. Logatna geus teu jiga urang sunda. Enya kitu?? Mani sararedih. :-((

Aku Ingin Menjadi Istrimu

Thursday, January 26th, 2006

"Aku ingin menjadi istrimu

Aku percaya pada apa yang kulakukan dan tak perduli jika terkesan aku yang melamarmu. Lagipula, apa salahnya meminta pria berbudi menjadi suami? Maka Agam, Sudikah? "

Itu adalah cuplikan dari cerpen berjudul "Cut Vi" karangan mbak Helvy Tiana Rosa. Setelah dipikir-pikir, ada benernya juga. Apa salahnya meminta pria berbudi menjadi suami. Jika dipandang dari budaya di masyarakat kita, itu memang tidak lazim, bahkan mungkin ada yang menganggap itu memalukan. Tapi sekali lagi, apa salahnya meminta pria berbudi menjadi suami? Toh, kalau tidak salah nih, zaman Rasulullah dulu, ada kisah sahabat yang menawarkan diri untuk menjadi istri nabi.

Hayo siapa berani………..

Al Muaallim Lyrics

Wednesday, January 25th, 2006

Al-Mu’allim
                                    

We once had a Teacher
The Teacher of teachers,
He changed the world for the better
And made us better creatures,
Oh Allah we’ve shamed ourselves
We’ve strayed from Al-Mu’allim,
Surely we’ve wronged ourselves
What will we say in front him?
Oh Mu’allim…
                                     
Chorus

He was Muhammad salla Allahu ‘alayhi wasallam,
Muhammad, mercy upon Mankind,
He was Muhammad salla Allahu ‘alayhi wa sallam,
Muhammad, mercy upon Mankind,
Teacher of all Mankind.
Abal Qasim [one of the names of the Prophet]
Ya Habibi ya Muhammad
(My beloved O Muhammad)
Ya Shafi’i ya Muhammad
(My intercessor O Muhammad)
Khayru khalqillahi Muhammad
(The best of Allah’s creation is Muhammad)
Ya Mustafa ya Imamal Mursalina
(O Chosen One, O Imam of the Messengers)
Ya Mustafa ya Shafi’al ‘Alamina
(O Chosen One, O intercessor of the worlds)
He prayed while others slept
While others ate he’d fast,
While they would laugh he wept
Until he breathed his last,
His only wish was for us to be
Among the ones who prosper,
Ya Mu’allim peace be upon you,
Truly you are our Teacher,
Oh Mu’allim..
                                     
Chorus

Ya Habibi ya Muhammad
(My beloved O Muhammad)
Ya Shafi’i ya Muhammad
(My intercessor O Muhammad)
Ya Rasuli ya Muhammad
(O My Messenger O Muhammad)
Ya Bashiri ya Muhammad
(O bearer of good news O Muhammad)
Ya Nadhiri ya Muhammad
(O warner O Muhammad)
‘Ishqu Qalbi ya Muhammad
(The love of my heart O Muhammad)
Nuru ‘Ayni ya Muhammad
(Light of my eye O Muhammad)
He taught us to be just and kind
And to feed the poor and hungry,
Help the wayfarer and the orphan child
And to not be cruel and miserly,
His speech was soft and gentle,
Like a mother stroking her child,
His mercy and compassion,
Were most radiant when he smiled
                                     

Chorus

Abal Qasim [one of the names of the Prophet]
Ya Habibi ya Muhammad
(My beloved O Muhammad)
Ya Shafi’i ya Muhammad
(My intercessor O Muhammad)
Khayru khalqillahi Muhammad
(The best of Allah’s creation is Muhammad)
Ya Mustafa Ya Imamal Mursalina
(O Chosen One O Imam of the Messengers)
Ya Mustafa ya Shafi’al ‘Alamina
(O Chosen One O intercessor of the worlds)

sumber Sami Yusuf site

Bayu Gawtama

Tuesday, January 24th, 2006

Subhanallah.. Pernahkah Anda membaca blog Bayu Gawtama? Sejak pertama kali saya membaca artikel-artikel Oase Iman di eramuslim , saya langsung jatuh cinta dengan tulisan-tulisannya. Sebagaimana orang yang jatuh cinta, ingin terus menerus membaca tulisan-tulisannya, sehingga otomatis hampir setiap hari saya sempatkan untuk berkunjung ke blognya.

Tulisan-tulisan Pak Gaw sangat sarat dengan makna. Bahasanya sangat sederhana, namun kalimat demi kalimat dirangkai dengan indah. Kadang saya sering berfikir, bagaimana beliau bisa memaknai setiap pertemuan dengan orang-orang yang beliau ceritakan. Sepertinya beliau selalu mendapatkan hikmah dari pertemuannya dengan orang-orang disekelilingmya, dan kemudian membaginya dengan pembaca blognya. Terus terang, saya selalu tersentuh setiap kali membaca tulisan-tulisannya. Bahkan tidak jarang, saya sampai menitikkan air mata.

Ya.. memang sepertinya beliau menulis dengan hati. Karena dengan menulis dengan hati, apa yang disampaikan bisa masuk ke hati.

Misi Hidup

Monday, January 23rd, 2006

Bukankah misi hidup adalah mendidik sang aku? Bukankah ukurannya tidak dari apa yang kita capai, melainkan seberapa banyak kita mendidik sang aku lewat perjalanan waktu.

Kata-kata itu adalah salah satu cuplikan dari bukunya Gede Prama. Kata-kata itu aku suka banget. Aku baca berulang-ulang dan menuliskannya di selembar kertas. Selembar kertas itulah yang aku baca saat menuliskan blog ini.

Terkadang, dalam kehidupan ini, kita dikagetkan oleh orang-orang disekeliling kita, yang tiba-tiba saja kita dengar telah mencapai sukses. Si A, sudah begini lho…, si B sekarang sudah begitu…. Mungkin pada saat itu kita merasa bahwa kita juga melakukan hal yang sama. "Aku bersekolah ditempat yang sama, dapat nilai yang sama. Kenapa dia bisa seperti itu?".

Saat-saat seperti itu, paling kita akan bilang… mungkin nasib nya dia memang lebih baik. Itu boleh jadi benar. Bahkan sangat benar. Karena bagaimanapun setiap orang lahir dengan jalan hidupnya masing-masing. Tapi satu hal yang terkadang dilupakan… Bahwa boleh jadi, dan sangat boleh jadi, orang-orang itu (yang telah mencapai kesuksesan tertentu), tanpa sepengetahuan kita, sudah melakukan usaha tertentu, sudah menempa dirinya, hingga bisa meraih kesuksesan itu. Karena kesuksesan tidak bisa datang denga tiba-tiba. Iya kan??

Naik naik ke puncak gunung…

Thursday, January 19th, 2006

Menurut berita di beberapa media, Pemerintah dalam waktu dekat ini akan menaikkan harga TDL (Tarif Dasar Listrik), setelah tahun kemaren sukses menaikkan harga BBM. Kenapa solusi dari setiap permasalahan selalu harus dengan menaikkan harga ya?

Apakah karena waktu kecil dulu para penguasa selalu diajarkan lagu "naik-naik kepuncak gunung, tinggi-tinggi sekali" , jadi hobinya menaikkan harga-harga.

Tapi memang sepertinya kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan sekarang lebih banyak sifatnya hanya untuk kepentingan sesaat. Lihat saja, kebijakan untuk impor beras. Kenapa? Padahal Indonesia negara agraris.  Sepertinya kebijakan itu ditempuh cuma karena pemerintah tidak mau repot-repot berfikir bagaiman menaikkan produksi beras dalam negeri.

Aneh memang… wes ah ra sah dipikir. Mudah-mudahan semua orang dilapangkan rejekinya sehingga bisa mbayar listrik. ^_^

Blogspot

Thursday, January 19th, 2006

Saya dulu pernah buat blog di blogger. Karena sesuatu dan lain hal, yang bisa jadi sesuatu itu berupa rasa malas, dan lain hal nya berupa kesulitan untuk akses ke situs itu, akhirnya blog itu tidak pernah diupdate.
Ada beberapa  artikel yang saya suka sempat saya posting di blog itu, diantaranya tentang bagaimana memaknai sebuah ikhtiar. Ceritanya bisa dilihat di artikel dengan judul "The Dice".

Begitu saja. Sekilas info. Hehe. Jika teman2 sekalian berkenan, sila mampir di blog ini.

Jadilah manusia… : Sebuah nasehat untuk diri sendiri

Wednesday, January 18th, 2006

Ali bin Abu Thalib Rodhiyallah ‘Anhu pernah berkata :
1.  "Jadilah manusia paling baik disisi Allah,
2.  Jadilah manusia paling buruk dalam pandangan dirimu,
 
3.  Jadilah manusia biasa di hadapan orang lain."

 

Syekh ‘Abdul Qadir Jailani berkata:
 
"Bila engkau bertemu dengan seseorang, hendaknya engkau memandang dia itu lebih utama daripada dirimu dan katakan dalam hatimu:’Boleh jadi dia lebih baik di sisi Allah daripada diriku ini dan lebih tinggi derajatnya.’

Jika dia orang yang lebih kecil dan lebih muda umurnya daripad dirimu, maka katakanlah dalam hatimu:’Boleh jadi orang kecil ini tidak banyak berbuat dosa kepada Allah, sedangkan aku adalah orang yang telah banyak berbuat dosa, maka tidak diragukan lagi kalau derajat dirinya jauh lebih baik daripada aku’

Bila dia orang yang lebih tua, maka hendaknya engkau mengatakan dalam hati:’Orang ini telah lebih dahulu beribadah kepada Allah daripada diriku’

  Jika dia orang yang ‘Alim, maka katakan dalam hatimu:’Orang ini telah diberi oleh Allah sesuatu yang tidak bisa aku raih, telah mendapatkan apa yang tidak bisa aku dapatkan, telah mengetahui apa yang tidak aku ketahui dan telah mengamalkan ilmunya’

Bila dia orang bodoh, maka katakan dalan hatimu:’Orang ini durhaka kepada Allah karena kebodohannya, sedangkan aku durhaka kepada-Nya, padahal aku mengetahuinya. Aku tidak tahu dengan apa umurku akan Allah akhiri atau dengan apa umur orang bodoh itu akan Allah akhiri (apakah
  dengan husnul khatimah atau denan su’ul khatimah).’

 

Bila dia orang kafir, maka katakan dalam hatimu:’Aku tidak tahu bisa jadi dia akan masuk Islam, lalu menyudahi seluruh amalannya dengan amal shalih, dan bisa jadi aku terjerumus menjadi kafir, lalu menyudahi seleruh amalanku dengan amal yang buruk.’ "

Sumber : email seorang teman

Jangan….

Monday, January 16th, 2006

"Jangan pernah menjadi beban untuk orang lain dalam hidup ini…"

Maaf untuk teman-teman yang selalu saya repotkan.. Maaf.. Maaf…

SMS Seorang Sahabat

Monday, January 16th, 2006

Sahabat adalah matahari yang selalu menyinari -dan yang lainnya adalah pelangi- akan kokoh bila disibghoh nilai-nilai Ilahi. Sahabat, reunian qt dialam fana ternyata harus melewati "lingkaran setan" dan "Luasnya hutan Amazon" sehingga merubah qt menjadi ‘pbetina tangguh’ . Sahabat, aq mau kita reunian dialam abadi yang sungguh sangat indah. Tp. qt harus melewati "lingkarang setan yang tek berUjung dan hutan Amazon yang tak bertepi’. Sanggupkah? Katakan BISA.BISA.BISA. Sahabatku afwan atas waktu yang terbuang, janji yang terlalaikan, uang yang terhanburkan dan keletihan yang mendera.

Buat sahabat yang mengirimkan sms, afwan, smsnya saya posting disini. Terimakasih atas kata-kata dan do’a yang indah ini.
Buat sahabat-sahabat yang kemaren telah bersama-sama melewati "Lingkaran setan dan luasnya hutan amazon", Terima kasih atas cinta dan kebersamaan selama menempuh perjalanan yang melelahkan itu.