Iri itu anugrah. Lho?

IRI. Kita pastinya sering mendengar kata ini. Selama ini,  iri sering dikonotasikan sebagai sikap yang negatif, dan harus dihindari. Bahkan, dipandang dari sudut agama, iri dikategorikan sebagai satu penyakit hati.  Nah setelah mendengar acara di salah satu radio kemaren, dapat pencerahan juga kalau ternayata ada sisi positif dari perasaan iri. Tentunya jika kita bisa menyikapi perasaan iri tersebut dengan benar.

Biasanya rasa iri ini timbul justru terhadap orang-orang yang dekat dengan kita. Saudara, sahabat, teman kerja dan orang lain yang sehari-harinya sangat dekat dengan kita. Saya juga pernah mengalami nya terhadap seorang teman. Tapi tidak usahlah dibicarakan disini. Kembali ke permasalahan tadi, jarang sekali kita merasa iri dengan orang-orang yang berada jauh dengan kita. Misalnya, iri kepada artis tertentu yang begitu cantik. Lain halnya jika terhadap teman atau sahabat. Hal kecil saja bisa menimbulkan rasa iri. Misalnya, jika kita lihat ada teman atau sahabat yang berganti penampilan jadi lebih cantik misalnya, terkadang terbesit rasa iri dalam hati. "Wah kok dia bisa lebih cantik ya? Kok dia pakaiannya serasi banget ya??" Nah, mengapa rasa iri itu justru lebih sering terjadi kepada orang-orang yang dekat dengan kita? Kemungkinan besar itu terjadi karena kita merasa berada pada tingkatan yang sama dengan orang-orang tersebut. Kalau mereka tampil lebih cantik misalnya, otomatis kita juga berfikiran bahwa kita juga bisa seperti itu.

Nah, perasaan itulah yang sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk memotivasi kita menjadi lebih baik. Terkadang jika tidak ada orang-orang dekat yang mencapai terobosan tertentu, atau meraih sesuatu, kita jadi terlena dengan kehidupan kita. Kita jadi tersadar jika kita belum memanfaatkan potensi kita secara maksimal, ketika kita mendapati kenyataan bahwa teman atau saudara kita menjadi lebih baik. Jauh diatas kita. Nah itu justru bisa memacu kita untuk meraih hal yang lebih baik juga. Itu hal positif kan??

Tapi rasa iri juga tidak berarti harus membuat kita menjadi sma dengan teman-teman atau saudara kita. Point utamanya tetep " Jadilah diri sendiri" dan jadikan rasa iri sebagai motivator untuk menjadi lebih baik.  Any Comment?

Leave a Reply