Mudik

Keputusan pemerintah yang menetapkan cuti bersama untuk tanggal-tanggal tertentu ternyata membawa berkah untuk saya. Saya bisa mudik dalam waktu 3-4 hari. Dalam hitungan bulan April -Mei ini saja saya sudah tiga kali mudik. Entah kenapa, meskipun aktifitas itu tergolong monoton, ~berangkat dari jogja, sampai dirumah, makan, tidur, makan lagi dan tidur lagi, kadang diselingi silaturahmu ke tempat sodara dan beberapa hari kemudian kembali ke jogja~, tapi saya sangat menikmatinya. Selalu saja ada lonjakan-lonjakan kebahagiaan tersendiri di ruang hati ini saat akan mudik. Selalu saja ada kerinduan yang membuncah terhadap keluarga dan kampung halaman. Mudik…,untuk orang-orang diperantauan (saya khususnya, ga tau kalo orang lain :P) adalah kebahagiaan tersendiri. Bahkan terkadang muncul rasa malas saat akan kembali ke jogja. Masih betah di rumah. Bahkan saat menulis ini pun, saya masih terkenang-kenang dengan suasana rumah.
Mudik.. betapapun terkadang terasa melelahkan.. tapi rasa lelah itu tidak pernah bisa dibandingkan dengan segunung kebahagiaan yang menyertainya.

Kapan ya bisa mudik lagi?

2 Responses to “Mudik”

  1. Akh Says:

    Selama setengah tahun belakangan ini, saya justru ingin menghindari untuk mudik. Tahu kenapa? Rahasia dong.
    Saya hanya merasa itu akan melemahkan diri dan sedikit.. ah sudahlah.
    Tapi awal april kemarin, tepatnya tanggal 2,akhirnya saya mudik juga. Sehubungan dengan undangan seorang sahabat lama untuk menghadiri … (sambugannya silahkan lihat blog saya).

  2. Akh Says:

    Eh, kemarin…
    Mudik lagi lho…
    Lihat laporan lengkapnya di :
    “Mudik, Lagi?”

Leave a Reply