Pilih mana???

February 23rd, 2006 by banyakcerita
  • Matakuliah dengan tema yang menarik, tapi susah + dosennya pelit kasih nilai + banyak tugas (SCL bangeddd)
  • Matakuliah yang tidak begitu menarik tapi jarang ada tugas + dosennya lumayan enak kalo kasih nilai
  • Matakuliah yang biasa, tugasnya cuma dua, tp dosennya???

Karikatur itu…

February 9th, 2006 by banyakcerita

Barusan saya baca koran . Seorang editor dari tabloid Peta dijadikan tersangka di polres Bekasi karena menyertakan karikatur Nabi Muhammad pada salah satu artikel yang dimuat di tabloid tersebut. Membaca berita itu saya jadi berfikir. Bagaimana dengan orang yang ikut menyebarkan karikatur tersebut dengan cara mengirimkannya ke mailing list? Atau orang yang memberikan alamat URL untuk mengakses karikatur tersebut?

Miscall..

February 9th, 2006 by banyakcerita

Minggu ini adalah minggu dimulainya masa perkuliahan semester II dikampus. Berdasarkan pengalaman waktu kuliah D3 dulu, biasanya awal-awal masa perkuliahan banyak jam kuliah yang kosong. Jadi kalau saya ke kampus sore hari dan ternyata tidak ada kuliah, saya enggan menunggu sampai jadwal kuliah berikutnya. Biasanya saya memilih langsung pulang ke kost dan meminta tolong teman yang kira-kira rajin kuliah, untuk miscall ke hp saya kalau ternyata malamnya ada kuliah.

Sempet ada kejadian lucu juga. Sebenarnya saya tau kalau dosen yang akan mengajar kuliah sudah datang sejak sore. Tapi karena enggan menunggu, saya putuskan untuk pulang ke kost. Biar sempat mandi dan makan dulu, pikir saya.

Sesampainya di kost, saya sms teman.

"Rim, nanti kalo pak Tri masuk, aku tolong di miscall ya!"

Lalu aktifitas dikost saya lanjutkan dengan makan sambil nonton serial korea "Jewel In The Palace" bareng teman-teman. Jam 6 sore saya mandi, sholat magrib, dan sedikit bersiap-siap jika nanti di miscall.  Teman yang janji akan mengantarkan saya kuliah sudah bolak balik bertanya.

"Mil… Gimana, jadi kuliah nggak?", tanya teman saya.

"Ntar… belum di miscall", jawab saya.

Aktifitas saya lanjutkan sambil tidak henti-hentinya memperhatikan hp. Maklum, hp nya saya silent. Jam di kamar sudah menunjuk jam 7 malam.

"Oo.., mungkin gak ada kuliah", pikir saya.

"Tapi masa sih…, kan tadi dosennya sudah datang" , sudut hati saya yang lain angkat bicara.

Tapi sudahlah, daripada saya memikirkan yang tidak-tidak, saya langsung maen ke kamar teman. Saat  itu hp saya tinggal dikamar. Saya keasyikan ngobrol  sampai terdengar adzan Isya.

Karena mau siap-siap sholat, saya balik kekamar. Sekilas saya  sempat lihat hp.

"Wah.. ada sms", pikir saya.

Saya baca sms itu. Isinya kurang lebih begini.

"Mbak, sory lali mc.Wes mlebu ketmau"

Sms saya tunjukkan keteman yang janji mengantar saya.  Akhirnya kami berdua tertawa. Dia mentertawakan saya dan saya mentertawakan diri sendiri. Oh.. miscall… miscall…

Akhirnya, aktifitas saya lanjutkan dengan sholat isya ke masjid depan kost. Ada perasaan menyesal juga dalam hati. Kenapa nggak berangkat kuliah ya?? Tapi InsyaAlloh mulai minggu depan saya akan rajin kuliah. ^_^

PS: Tapi letak lucunya dimana ya? Kok setelah diubah ke tulisan jadi nggak lucu. Padahal kejadian sebenarnya lucu lho!! Tenan.

Mengapa Kita Menikah?

February 8th, 2006 by banyakcerita

Hari ini, setelah blogwalking dapet ilmu baru nih. Tak share disini ya ^_^. Intinya tentang esensi sebuah pernikahan.

Seringkali.. kecocokan dijadikan dasar oleh seseorang untuk memilih pasangan hidupnya. Benarkah menikah didasari oleh kecocokan?  Kalau dua-duanya bisa suka musik berarti ada gejala akan langgeng. Kalau sama-sama suka makan bakso berarti masa depan cerah. Apakah sesederhana itu? Lihat saja kehidupan pernikahan para artis. Banyak yang pada awalnya menikah dengan alasan sudah cocok, tapi akhirnya bercerai dengan alasan sudah tidak ada kecocokan. hiyyyyyy.. syerem khan….

Mmm menurut tulisan yang saya baca sih.. tentu menikah tidak sesederhana itu. Tidak seperti sepasang sandal yang hanya punya aspek kiri dan kanan, menikah adalah persatuan dua manusia, pria dan wanita. Dari anatomi saja sudah tidak sebangun, apalagi urusan jiwa dan hatinya.

Kecocokan, minat dan latar belakang keluarga bukan jaminan segalanya akan lancar.. Lalu apa?

MENIKAH adalah proses pendewasaan. Dan untuk memasukinya diperlukan pelaku yang kuat dan berani. Berani menghadapi masalah yang akan terjadi dan punya kekuatan untuk menemukan jalan keluarnya.

Kedengarannya sih indah, t api kenyataannya? Harus ada ‘Komunikasi Dua Arah’, Ada kerelaan mendengar kritik’, ‘Ada keikhlasan meminta maaf’, ‘ Ada ketulusan melupakan kesalahan,dan Keberanian untuk mengemukakan pendapat’.

Sekali lagi MENIKAH bukanlah upacara yang diramaikan gending cinta,  bukan rancangan gaun pengantin ala cinderella, apalagi rangkaian mobil undangan yang memacetkan jalan.

MENIKAH adalah berani memutuskan untuk berlabuh, ketika ribuan kapal  pesiar yang gemerlap memanggil-manggil.

MENIKAH adalah proses penggabungan dua orang berkepala batu dalam satu ruangan dimana kemesraan, ciuman, dan pelukan yang berkepanjangan hanyalah bunga.

Masalahnya bukanlah menikah dengan anak siapa, yang hartanya berapa, bukanlah rangkaian bunga mawar yang jumlahnya ratusan, bukanlah perencanaan berbulan-bulan yang akhirnya membuat keluarga saling tersinggung, apalagi kegemaran minum kopi yang sama…

MENIKAH adalah proses pengenalan diri sendiri maupun pasangan anda.  Tanpa mengenali diri sendiri, bagaimana anda bisa memahami orang lain…??  Tanpa bisa memperhatikan diri sendiri, bagaimana anda bisa memperhatikan pasangan hidup…??

MENIKAH sangat membutuhkan keberanian tingkat tinggi, toleransi sedalam samudra,serta jiwa besar untuk ‘Menerima’ dan ‘Memaafkan’.

* Kesalahan terbesar kita dalam memilih pasangan adalah kita lebih mementingkan dengan siapa kita menikah bukan seperti apa orang yang akan kita nikahi. Kita lebih melihat dari fisik orang tersebut bukan kualitas orang tersebut..

==dikutip dari sini.

langkah mudah detoksasi alami

February 7th, 2006 by banyakcerita

Berikut langkah mudah detoksasi alami:

Minum air. Awalnya mungkin terasa sulit minum 1,5 liter air
sehari. Mulailah dengan minum empat gelas dulu, diminum dua gelas.
Lalu, yang dua gelas lagi diminum dua menit kemudian. Awalnya Anda akan
buang air kecil dua sampai tiga kali dalam tiga jam, tetapi setelah
beberapa lama, akan normal kembali.

Perubhan diet. Untuk membuang seluruh sisa racun tentuk tak
cukup dengan asupan air yang cukup, tetapi perlu perubahan diet dengan
fokus pada bahan makanan yang lebih alami. Makanan instan pasti
mengandung bahan kimia dan pengawet yang tidak seharusnya berada dalam
tubuh. Kebanyakan dari jenis makanan tersebut tidak mengandung nilai
nutrisi sama sekali.

Sebagai pilihan diet untuk mereka yang kelebihan berat badan, konsumsi
air putih harus ditambah satu gelas setoap11 kg kelebihan berat badan.
Contohnya tinggi badan dikurangi 110, berat badan ideal 50 kg. Nah,
karena overweight,
berat badan sekitar 75 kg. Kalau mengikuti aturan minum air putih tadi,
ANda seharusnya minum paling sedikit 10 gelas (8 ditambah 2) air putih
dalam sehari.

Tidur cukup Sebagian besar orang membutuhkan tidur 6-8 jam
sehari tiap malamnya, untuk memberikan kesempatan bagi tubuh
beristirahat dan segar kembali. Jadi, cobalah tidur lebih awal beberapa
kali dalam seminggu. Ingatlah untuk minum segelas air sebelum dan
sesudah bangun tidur.

Perawatan kulit
Ketika Anda lalai merawat tubuh, kulit akan menunjukkan akibatnya.
Dengan detoksifikasi, kulit akan kembali sehat, sehingga tampak lebih
bersinar dan segar. Sesekali, untuk menghasilkan kulitwaajah yang lebih
"wah", semprotkan facial spray. Hal ini akan menstimulasikan aliran
darah ke wajah.

OLahraga teratur
Berolahraga akan membantu tubuh Anda berada dalam kondisi siap "perang"
terhadap penyakit dan tentu saja akan membantu tubuh tetap sehat dan
bugar. Lakukan olahraga sesuai kemampuan. Sesuaikan takaran latihan
dengan kemampuan fisik Anda.

Sumber: CyberMed

The Miracle Worker

February 2nd, 2006 by banyakcerita

ImagesPernah menonton film "The Miracle Worker"? Sudah lama saya ingin menonton film ini. Tapi kebetulan keinginan itu baru terlaksana tadi malam. Film ini bercerita tentang seorang "Helen" yang diperankan oleh "Hallie Kate Eisenberg", seorang gadis kecil yang buta, bisu-tuli dan mempunyai sifat pemarah.  Helen  hidup di keluarga yang sangat melindunginya, sehingga setiap apapun yang dilakukan  meskipun itu destruktif, selalu dibiarkan oleh orang-orang disekitarnya.

Singkat cerita, (ceritanya disingkat aja aja ya ^_^), diutuslah seorang guru bernama Annie Sullivan yang diperankan oleh Alison Elliott untuk mengajari Helen. Ada beberapa hal yang diajarkan oleh Annie. Pertama, setiap Helen melakukan hal yang tidak baik terhadap dirinya, maka Annie akan membalasnya. Ini untuk mengajarkan kepada Helen bahwa jika ia memperlakukan orang lain dengan buruk, maka iapun akan mendapat perlakuan yang sama. Kedua, Annie mengubah pola bagaimana menenangkan Helen saat marah. Sebelumnya Kate (Ibu Helen) selalu memberikan permen untuk menenangkan Helen setiap kali dia marah. Annie merasa heran, mengapa Kate memberikan reward yang positif dengan memberikan permen saat marah. Kate tidak bisa menjelaskan alasannya. Itu dilakukan secara naluriah saja.

Ada beberapa pelajaran yang bisa diambil dari  film ini. Beberapa diantaranya tantang bagaimana mendidik anak. Tentang reward dan punishment terhadap seorang Anak. Dalam film ini diceritakan bagaimana Ibu Helen selalu memberikan permen untuk menenangkan Helen setiap kali dia marah. Mungkin ini memang bisa membuat Helen tenang, tetapi disisi lain ini bisa diartikan berbeda oleh Helen. Bisa jadi ia menganggap sikap marahnya itu adalah benar, karena setiap kali ia marah atau merajuk ia selalu mendapatkan permen.

Pelajaran lainnya yang bisa diambil adalah pelajaran tentang kegigihan. Annie sangat gigih  mengajari Helen. Dengan kegigihannya tersebut Ia berhasil mengubah Helen dari anak yang sangat pemarah dan liar, menjadi anak yang mengenal kasih sayang sekaligus dapat berkomunikasi dengan orang lain.

Iri itu anugrah. Lho?

February 1st, 2006 by banyakcerita

IRI. Kita pastinya sering mendengar kata ini. Selama ini,  iri sering dikonotasikan sebagai sikap yang negatif, dan harus dihindari. Bahkan, dipandang dari sudut agama, iri dikategorikan sebagai satu penyakit hati.  Nah setelah mendengar acara di salah satu radio kemaren, dapat pencerahan juga kalau ternayata ada sisi positif dari perasaan iri. Tentunya jika kita bisa menyikapi perasaan iri tersebut dengan benar.

Biasanya rasa iri ini timbul justru terhadap orang-orang yang dekat dengan kita. Saudara, sahabat, teman kerja dan orang lain yang sehari-harinya sangat dekat dengan kita. Saya juga pernah mengalami nya terhadap seorang teman. Tapi tidak usahlah dibicarakan disini. Kembali ke permasalahan tadi, jarang sekali kita merasa iri dengan orang-orang yang berada jauh dengan kita. Misalnya, iri kepada artis tertentu yang begitu cantik. Lain halnya jika terhadap teman atau sahabat. Hal kecil saja bisa menimbulkan rasa iri. Misalnya, jika kita lihat ada teman atau sahabat yang berganti penampilan jadi lebih cantik misalnya, terkadang terbesit rasa iri dalam hati. "Wah kok dia bisa lebih cantik ya? Kok dia pakaiannya serasi banget ya??" Nah, mengapa rasa iri itu justru lebih sering terjadi kepada orang-orang yang dekat dengan kita? Kemungkinan besar itu terjadi karena kita merasa berada pada tingkatan yang sama dengan orang-orang tersebut. Kalau mereka tampil lebih cantik misalnya, otomatis kita juga berfikiran bahwa kita juga bisa seperti itu.

Nah, perasaan itulah yang sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk memotivasi kita menjadi lebih baik. Terkadang jika tidak ada orang-orang dekat yang mencapai terobosan tertentu, atau meraih sesuatu, kita jadi terlena dengan kehidupan kita. Kita jadi tersadar jika kita belum memanfaatkan potensi kita secara maksimal, ketika kita mendapati kenyataan bahwa teman atau saudara kita menjadi lebih baik. Jauh diatas kita. Nah itu justru bisa memacu kita untuk meraih hal yang lebih baik juga. Itu hal positif kan??

Tapi rasa iri juga tidak berarti harus membuat kita menjadi sma dengan teman-teman atau saudara kita. Point utamanya tetep " Jadilah diri sendiri" dan jadikan rasa iri sebagai motivator untuk menjadi lebih baik.  Any Comment?

Satu hari berburu KRS

February 1st, 2006 by banyakcerita

Jam 06.30 : sms temen kerja, kalo bakal telat coz mo ngurusin registrasi sama KRS.

Jam 07.00: Keluar dari kos nebeng Atun , mampir di ATM dulu ambil uang buat bayar spp. Sebelumnya sempet disaranin langsung ambil uang dari Bank aja, tp berhubung Bank buka jam 8 dan kebetulan gak bawa buku tabungan, so pilihannya ambil uang Via ATM.

Jam 07.15: berangkat ke Kinanti. Nunggu angkutan jurusan Jogja-Kaliurang dulu. Lumayan lama juga. Nunggu sekitar 15 menit.

Jam 07.45: sampai di Kinanti. Sampe disana udah banyak yang dateng lebih pagi ternyata. Ambil antrian, e.. ternyata swadaya gak usah ambil nomor antrian. Nomor antrian cuma buat reguler.

Jam 07.45-8.00:  Nunggu loket dibuka. Metungkrung di kinanti.

Jam 08.00: Loket 29 dibuka. Dapet antrian pembayaran nomor 1. Sempet seneng juga. Biaya pembayaran per sks hanya dihitung 50 Ribu.

Jam 08.10:  Proses pembayaran selesai. Hmmm.. sempet bingung mau ngurusin apa lagi. Akhirnya memutuskan untuk jalan kaki ke Mipa Utara.

Jam 08.30: Sampai di Mipa Utara. Ambil GMC sama Blanko heregistrasi di Bag. Pendidikan. Kalo gak heregistrasi gak bisa key in. Wah.. ternyata Blanko harus diisi dan dikembalikan + Fotokopi kwitansi pembayaran SPP.

Jam 08.35: Ke Warung Fotokopi Fak Geografi. Tutup. Terus ke fotokopian geofisika. Tutup juga. Akhirnya disaranin ke Fotokopian dekat RS. Sardjito. Akhirnya kulangkahkan kaki juga kesana.

Jam 08.50: Udah sampe di MIPA lagi. Ngembalikan Blanko. Coba Key in.. ternyata belum bisa. Coba minta Blanko KRS, wuih… ternyata harus untuk prodi Ilmu Komputer Blanko harus diambil di MIPA Selatan. Sempet bingung juga. Ke Mipa Selatan ato balik ke tempat kerja?. Ah… ke Mipa Selatan aja, biar sekalian beres hari ini semuanya.

Jam 09.00: Nunggu angkutan menuju ke mipa selatan.

Jam 09.15: Sampe di mipa selatan. Sekretariat belum buka. Tanya ke Sekretarian Komsi, dapet info kalo bukanya jam 10.00

Jam 09.30 dateng si Anik. Syukur.. jadi ada temen nunggu.

Jam 09.50 dateng Rima.. Siip ada temennya lagi.

Jam 10.00 Teng. KOK SEKRETARIATNYA BELUM BUKA? KOK GAK ADA TANDA-TANDA MO BUKA SIH?

N
U
N
G
G
U

Jam 11.00 Sms Pak Dosen Wali, buat janji. Beliau menyanggupi dateng ke Kampus jam 12.30

NUNGGU LAGI. UDAH TANGGUNG. BIAR SEKALIAN BERES.

Jam 11.30. Makan di KOPMA.

Jam 12.00. Sholat di Musolla.

Jam 12.20 Ke Sekertariat. Alhamdulillah udah buka. Ambil blanko KRS + KHS sambil  komplain sama mas nya yang jaga. JAM SEGINI KOK BARU BUKA SIH?

12.30: Pa Dosen Wali datang. Wah blanko nya blm diisi nih…. ngisi blanko dulu. Terus ngadep. Minta Tanda tangan. eh Ditanyain.. ko Makul PV nilainya pada kurang? Hehe Jadi pingin malu….

13.00 : Selesai… Balik ke tempat kerja. Ndaftar KKN + TK 1 Titip Rima.

Hasilnya… Puegel….. Tapi seneng juga. Semuanya udah beres.

Posting nu kahiji

January 30th, 2006 by banyakcerita

Ieu posting abdi nu kahiji?  Posting nu ka hiji? Enya posting nu kahiji nu make bahasa sunda. Bahasa sunda? Naon atuh istimewana bahasa sunda?

Kieu caritana mah. Tadi kakara ngobrol dina chat room jeung babaturan. Tos ngobrol ngalor ngidul, ternyata eta babaturan teh sarua jeung abdi.. pernah merantau ka sumatra. Malahan mah lahir di sumatra cuenah. Disebutnamah " PujaKesuma", Putra Jawa Kelahiran Sumatra. Terus weh eta budak teh nantang ka abdi titah ngomong bahasa Sumatra. Weleh-weleh.. puguhanan poho deui. Da mesing pernah cicing di sumatra oge angeran we da ari di imah sehari-hari mah susundaan.

Nah, akhir-akhir ieu, abdi ngiringan milisna urang tasik.  Na ngarana oge milis urang tasik nya pasti postinganana lolobana bahasa sunda. Kadang mah sok lalieur nepi ka asa senut-senut sirah lamun keur maca postingan. Nya kunaon?

Sabab namah abdi kakara diajar bahasa sunda deui. Masing bisa bahasa sunda ge da tetep kosakatana terbatas. Matak lamun maca nu aneh-aneh teh sok lier sorangan. Komo lamun bahasana lemes mah. Tapi da kumaha, ek ngaku teu ngarti, bisi diseungseurikeun. Jadi diajar sorangan we. Dikira-kira. Ieu hartina naon. Disesuaikeun jeung konteks kalimatna.

Lamun ceuk babaturan abi mah, mun ngadengekeun abi keur ngomog sunda teh lucu ceunah. Logatna geus teu jiga urang sunda. Enya kitu?? Mani sararedih. :-((

Aku Ingin Menjadi Istrimu

January 26th, 2006 by banyakcerita

"Aku ingin menjadi istrimu

Aku percaya pada apa yang kulakukan dan tak perduli jika terkesan aku yang melamarmu. Lagipula, apa salahnya meminta pria berbudi menjadi suami? Maka Agam, Sudikah? "

Itu adalah cuplikan dari cerpen berjudul "Cut Vi" karangan mbak Helvy Tiana Rosa. Setelah dipikir-pikir, ada benernya juga. Apa salahnya meminta pria berbudi menjadi suami. Jika dipandang dari budaya di masyarakat kita, itu memang tidak lazim, bahkan mungkin ada yang menganggap itu memalukan. Tapi sekali lagi, apa salahnya meminta pria berbudi menjadi suami? Toh, kalau tidak salah nih, zaman Rasulullah dulu, ada kisah sahabat yang menawarkan diri untuk menjadi istri nabi.

Hayo siapa berani………..